Gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi ketiga di pulau Jawa setelah Gunung Semeru di Malang
dan Gunung Slamet di Purwokerto. Dengan ketinggian puncaknya setinggi
3.371 mdpl.
Posisinya yang berada di antara Kota Wonosobo, Temanggung dan Magelang membuatnya memiliki beberapa basecamp untuk didaki.
Salah satunya Gunung Sumbing dapat didaki melalui basecamp di desa Garung, Kledung, Temanggung.
dan umumnya basecamp ini menjadi pilihan utama mendaki, karena dari basecamp Kledung ini pendaki dapat memilih untuk mendaki Gunung Sumbing atau saudaranya Gunung Sindoro.
Pendakian dari
Kledung umumnya akan memakan waktu 8-12 jam hingga puncak Gunung
Sumbing.Posisinya yang berada di antara Kota Wonosobo, Temanggung dan Magelang membuatnya memiliki beberapa basecamp untuk didaki.
Salah satunya Gunung Sumbing dapat didaki melalui basecamp di desa Garung, Kledung, Temanggung.
dan umumnya basecamp ini menjadi pilihan utama mendaki, karena dari basecamp Kledung ini pendaki dapat memilih untuk mendaki Gunung Sumbing atau saudaranya Gunung Sindoro.
Perjalanan Menuju Puncak
Pendakian dari Kledung memiliki 2 jalur yaitu jalur
lama dan jalur baru. Jalur lama diambil dengan mengambil jalan lurus
terus belok kanan dari basecamp sedangkan jalur baru mengambil jalur yang
sedikit ke kekiri. Kedua jalur tersebut memiliki 2 pos yang akan bertemu
nanti di Pos 3 yang disebut dengan Pestan. Stickpala, fasilitator para
pendaki di daerah ini, telah memberikan tanda yang jelas pada setiap pos
dan perempatan, sehingga memudahkan para pendaki memilih jalan.
Peta pendakian juga dapat diperoleh ketika para pendaki melapor untuk melakukan pendakian di basecamp.
Peta pendakian juga dapat diperoleh ketika para pendaki melapor untuk melakukan pendakian di basecamp.
Perjalanan menuju Pos I baik itu melalui jalur lama
akan melewati daerah pertanian penduduk. Jalan yang
dilalui adalah jalan berbatu, sesekali akan kita temui para petani
sekitar dengan menggunakan motornya melewati jalan ini. Tanaman yang
umum ditanam disini adalah sayur-sayuran
pada musim penghujan. Pos I akan ditemukan tidak lama setelah jalan
berbatu selesai dan ladang para petani sudah tidak terlihat lagi. Khusus
untuk jalur baru sebelum Pos I akan melewati aliran sungai yang
terdapat airnya ketika musim penghujan, tetapi air disini tidak deras
alirannya sehingga airnya menggenang di musim hujan. Selama menuju Pos I
juga akan tampak keindahan Gunung Sindoro selama perjalanan jika cerah.
Perjalanan menuju Pos II baik melalui jalur baru
atau jalur lama mulai memasuki hutan. Jalan setapak kecil dan kanan kiri jalan
langsung tumbuhan sehingga pemandangan akan penuh dengan tumbuhan dan
pepohonan. Khusus untuk Pos II jalur baru memungkinkan untuk ditemukan
mata air karena jalur baru dekat dengan aliran sungai, tetapi tetap
mendapatkan mata air masih bersifat untung-untungan. dan saru baru sampai pos II.