Halaman

Senin, 28 Januari 2013

Gunung Sumbing

Gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi ketiga di pulau Jawa setelah Gunung Semeru di Malang dan Gunung Slamet di Purwokerto. Dengan ketinggian puncaknya setinggi 3.371 mdpl.
Posisinya yang berada di antara Kota Wonosobo, Temanggung dan Magelang membuatnya memiliki beberapa basecamp untuk didaki.
Salah satunya Gunung Sumbing dapat didaki melalui basecamp di desa Garung, Kledung, Temanggung.
 dan umumnya basecamp ini menjadi pilihan utama mendaki, karena dari basecamp Kledung ini pendaki dapat memilih untuk mendaki Gunung Sumbing atau saudaranya Gunung Sindoro.
Pendakian dari Kledung umumnya akan memakan waktu 8-12 jam hingga puncak Gunung Sumbing.

Perjalanan Menuju Puncak

Pendakian dari Kledung memiliki 2 jalur yaitu jalur lama dan jalur baru. Jalur lama diambil dengan mengambil jalan lurus terus belok kanan dari basecamp sedangkan jalur baru mengambil jalur yang sedikit ke kekiri. Kedua jalur tersebut memiliki 2 pos yang akan bertemu nanti di Pos 3 yang disebut dengan Pestan. Stickpala, fasilitator para pendaki di daerah ini, telah memberikan tanda yang jelas pada setiap pos dan perempatan, sehingga memudahkan para pendaki memilih jalan.
Peta pendakian juga dapat diperoleh ketika para pendaki melapor untuk melakukan pendakian di basecamp.
Perjalanan menuju Pos I baik itu melalui jalur lama akan melewati daerah pertanian penduduk. Jalan yang dilalui adalah jalan berbatu, sesekali akan kita temui para petani sekitar dengan menggunakan motornya melewati jalan ini. Tanaman yang umum ditanam disini adalah sayur-sayuran pada musim penghujan. Pos I akan ditemukan tidak lama setelah jalan berbatu selesai dan ladang para petani sudah tidak terlihat lagi. Khusus untuk jalur baru sebelum Pos I akan melewati aliran sungai yang terdapat airnya ketika musim penghujan, tetapi air disini tidak deras alirannya sehingga airnya menggenang di musim hujan. Selama menuju Pos I juga akan tampak keindahan Gunung Sindoro selama perjalanan jika cerah.
Perjalanan menuju Pos II baik melalui jalur baru atau jalur lama mulai memasuki hutan. Jalan setapak kecil dan kanan kiri jalan langsung tumbuhan sehingga pemandangan akan penuh dengan tumbuhan dan pepohonan. Khusus untuk Pos II jalur baru memungkinkan untuk ditemukan mata air karena jalur baru dekat dengan aliran sungai, tetapi tetap mendapatkan mata air masih bersifat untung-untungan. dan saru baru sampai pos II.